Perdamaian adalah suatu proses pertarungan multidimensional yang tak pernah berakhir untuk mengubah kekerasan. Perdamaian yang stabil relatif jarang terjadi. Banyak pihak yang tidak dapat menikmati perdamaian karena
faktor ekonomi, politik dan sosial. Sementara ini mayoritas orang memahami perdamaian sebagai keadaan tanpa perang. Tidak adanya perang tentunya penting, tetapi keadaan ini hanyalah langkah awal ke arah cita-cita yang lebih sempurna, dengan mendefinisikan perdamaian sebagai jalinan hubungan antar individu, kelompok dan lembaga yang menghargai keragaman nilai dan mendorong pengembangan potensi manusia secara utuh. Tidak ada perang sering disebut sebagai perdamaian negatif (’dingin’), dan kontras dengan perdamaian positif (’hangat’), yang meliputi semua aspek tentang masyarakat yang baik, yang kita yakini sendiri : hak-hak universal, kesejahteraan ekonomi, keseimbangan ekologi dan nilai-nilai pokok lainnya.
faktor ekonomi, politik dan sosial. Sementara ini mayoritas orang memahami perdamaian sebagai keadaan tanpa perang. Tidak adanya perang tentunya penting, tetapi keadaan ini hanyalah langkah awal ke arah cita-cita yang lebih sempurna, dengan mendefinisikan perdamaian sebagai jalinan hubungan antar individu, kelompok dan lembaga yang menghargai keragaman nilai dan mendorong pengembangan potensi manusia secara utuh. Tidak ada perang sering disebut sebagai perdamaian negatif (’dingin’), dan kontras dengan perdamaian positif (’hangat’), yang meliputi semua aspek tentang masyarakat yang baik, yang kita yakini sendiri : hak-hak universal, kesejahteraan ekonomi, keseimbangan ekologi dan nilai-nilai pokok lainnya.
Berbagai perang saudara berakhir dengan kemenangan di salah satu pihak atau melalui penyelesaian perundingan. Nicole Ball dalam bukunya Making peace Work menunjukkan empat tahap penyelesaian konflik yang dilalui dalam proses perdamaian, seperti dalam tabel berikut :
Tabel 2.1. Proses Perdamaian di Negara-Negara dengan Negosiasi Perdamaian
Fase | Resolusi Konflik | Peacebuilding | ||
Tahap | Negosiasi | Penghentian Perselisihan | Transisi | Konsolidasi |
Tujuan Utama | Persetujuan sebagai kunci untuk menyelesaikan perselisihan | Penandatanganan persetujuan damai; berhenti menembak; pembagian/ mengkon sentrasikan kekuatan. | Perwujudan pemerintahan dengan legitimasi yang cukup untuk dapat bekerja secara efektif; memulai reformasi pada area pembangunan institusi politik dan keamanan pasca konflik; membuka ekonomi dan revitalisasi sosial | Melanjutkan dan memperdalam proses reformasi dan program rekaveri bidang ekonomi/sosial. |
Sumber : Nicole Ball, Making peace Work, hal 29.
Fase pertama dari proses perdamaian adalah resolusi konflik yang bertujuan untuk meraih perjanjian kesepahaman sebagai sebuah kunci sehingga perselisihan dapat dihentikan. Fase ini memiliki dua tahap yaitu negosiasi dan sebuah perjanjian formal penghentian permusuhan. Dalam fase ini, aktor internasional berperan untuk membantu mencari titik-titik perbedaan disetiap pihak, menanamkan tekanan diplomasi di setiap pihak, dan menghadirkan asistensi teknis di tempat-tempat lokasi negosiasi, seperti di basis kekuatan separatis. Kompromi diperlukan untuk menghasilkan dokumen yang dapat diterima oleh setiap pihak.
Fase kedua dari proses perdamaian adalah peacebuilding yang terdiri atas tahap transisi dan konsolidasi. Prioritas selama selama dua tahap ini berpusat pada penguatan institusi politik, reformasi pengaturan keamanan internal dan eksternal, serta revitalisasi ekonomi dan struktur sosial negara. Aktor internasional akan mendukung tujuan ini melalui diplomasi, bantuan finansial, dan asistensi teknis. Selama tahap transisi, usaha selalu dilakukan untuk mewujudkan pemerintah yang mendapat dukungan dari dalam negeri dan legitimasi internasional untuk memegang kendali secara efektif dan mengatur mandat gerakan reformasi.
Selama tahap konsolidasi, proses reformasi berlanjut. Ketentuan perdamaian diselaraskan dengan permasalahan perang atau menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengatasi konflik secara damai di masa depan. Oleh karena itu selama tahap konsolidasi yang harus dilakukan adalah menata kembali fundamental ekonomi dan berbagai permasalahan sosial. Rentang waktu setiap tahap bervariasi tergantung pada situasi di setiap negara. Pergerakan dari satu tahap ke tahap yang lain tidak secara otomatis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar