| Armada AS |
Pasca usainya perang dingin 1991, eksistensi Amerika Serikat sebagai hegemoni dunia semakin tak tertandingi. Pembangunan dan gelar kekuatan militer di seluruh permukaan dunia menjadikan negara Adi Daya ini semakin mencapai puncaknya, sebagai Super Power hingga akhir abad ke-20 bahkan banyak pakar memperdiksikan sampai akhir dekade ini.
Patut kita cermati apa sebenarnya yang membuat bangsa migran dari benua Eropa ini menjadi begitu berhasil dalam membangun kekuatannya. Kekuatan ekonomi Amerika sepertinya yang menjadi kunci utama. Robert J. Shapiro mencatat dalam bukunya Futurecast bahwa "The geopolitical power that the United States derives from its economy is based, first, on how much and profoundly it affects other economics". Pada tahun 2006 sebanyak US$ 2,2 trilion atau 6 persen dari produk dunia dihasilkan oleh Amerika. Hal inilah yang membuat ketergantunga hampir seluruh negara terhadap Amerika. Dampaknya adalah secara geopolitik pekerjaan dan penghasilan 10 juta manusia di negara lain sangat bergantung secara langsung terhadap Amerika Serikat.
Core bisnis dari geopolitik Amerika adalah keamanan nasional, dan dominasi ekonomi. Keduanya mensyaratkan Amerika memiliki kekuatan yang super cangih. Pada tahun 2006, Pemerintah AS mengeluarkan anggaran pertahanan sebesar US$ 570 milyar, atau lebih besar dari anggaran pertahanan seluruh negara dunia jika dikumpulkan. Untuk riset pengembangan sistem kekuatan militer masa depan pada tahun 2007 di anggarkan sebesar US$ 73 milyar, melebihi budget dari negara-negara lain di dunia kecuali China.
Anggaran pertahanan sebesar ini adalah untuk membeli dominasi kekuatan Anerika Serikat di seluruh penjuru dunia selama lebih dari 1 milenium.
Strategi blue-water navy mengharuskan AS mengelar angkatan perangnya hingga ke seluruh samudera di belahan dunia.