Geopolitik

Simbul Kekuatan Amerika Serikat
Geopolitik merupakan dasar pembentukan kepentingan nasional suatu Negara. Istilah geopolitik semula dipakai sebagai sinonim dari ilmu bumi politik (political geography), kemudian meluas sehingga di pahami sebagai bagian dari ilmi politik.
Menurut Ensiklopedi Amerikana (LKD Kristof), ilmu bumi politik mempelajari fenomena geografi dari aspek politik, sedangkan geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. Dapat dikatakan bahwa perbedaannya terletak pada fokus perhatian dan tekanan dari masing-masing bidang studi, bidang geografi atau politik. Sedangkan menurut Ensiklopedi Britanica (Whittersley) geopolitik dapat berarti ilmu bumi politik terapan (applied political geography).

Konsep Geopolitik Karl Housofer
Dalam geopolitik, negara dipandang sebagai suatu organisme hidup yang ber-evolusi spasial dalam kerangka memenuhi kebutuhan masyarakat bangsanya atau tuntutan kebutuhan akan lebensraum.  Di tangan para pemikir Jerman khususnya Houshofer, geopolitik berkembang pesat sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan dimana kekuasaan (politik) dan ruang (raum) merupakan anasir sentralnya. Sehingga kemudian Houshofer menamakan geopolitik sebagai suatu science of the state  yang mencakup bidang-bidang politik, geografi (ruang), ekonomi, sosiologi, antropologi, sejarah dan hukum serta pertama kali di uraikan dalam bukunya “Macht und Erde” (kekuasaan/power dan dunia).
Houshofer adalah seorang Jenderal Angkatan Bersenjata Jerman yang pernah bertugas di Jepang sekitar tahun 1909-1911 untuk mempelajari sistem militer Jepang, dan hasilnya adalah konsep Lebensraum untuk Jepang yang termaktub dalam buku “Dai Nipon” (Greater Japan). Tulisan ini kemudian di jadikan dasar pembangunan militer Jepang (doktrin Fukoku Kyohei, Rich Country Strong Army) secara besar-besaran menjelang perang dunia ke-2. Setelah kekahalan Jerman pada perang dunia ke-1, Houshofer pensiun dan kemudian mengajar di universitas Munich (tempat dia memperoleh gelar Doktor Filsafat) dengan kedudukan sebagai guru besar.
Kedekatannya dengan Hitler kala itu diperkirakan dari menyusupnya info gagasan tentang March und Erde ke dalam buku “Meinkampf”. Tidaklah mengherankan apabila pada akhir perang dunia ke-2 geopolitik tidak lagi dikagumi, karena dituduh sebagai biang keladi dari ekspansi Jerman. Sehingga geopolitik hanya berkembang pesat di Jepang dan Jerman, sedangkan di luar kedua negara tersebut hanya sebatas pseudoscience saja.
Kalau dilihat dari sudut pandang tataran pemikiran maka sesungguhnya lebensraum maupun Fukoku Kyohei merupakan satu prasyarat dalam mencapai cita-cita nasional. Jadi geopolitik pada hakikatnya adalah prasyarat; dan karena harus dipenuhi secara nasional maka dapat juga disebut sebagai doktrin dasar negara. Sebagai satu doktrin dasar ia mengandung empat unsur utama, yaitu :
a. Konsepsi ruang, yaitu merupakan pengejawantahan dari pemikiran Negara sebagai organisme hidup;
b. Konsepsi frontier, yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan;
c. Konsepsi politik kekuasaan, yang menerangkan tentang kehidupan negara;
            d. Konsepsi keamanan Negara dan bangsa, yang kemudian melahirkan geostrategi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar