Geopolitik Indonesia

Geopolitik dikembangkan sebagai dasar pengembangan wawasan nasional suatu bangsa, termasuk yang di anut Indonesia yaitu konsep wawasan nusantara. Wawasan Nusantara mengangap bahwa Indonesia sebagai satu kekuatan, yang meliputi wawasan 

Sejarah Geopolitik

Geopolitik merupakan kata akronim dari geographical politic (geografi politik). Pemikiran geografi politik sampai dengan akhir abad ke-19 didominasi oleh teori Ratzel, Ritter dan Mahan yang menganggap negara sebagai organisme, serta pengaruh

Geopolitik

Simbul Kekuatan Amerika Serikat
Geopolitik merupakan dasar pembentukan kepentingan nasional suatu Negara. Istilah geopolitik semula dipakai sebagai sinonim dari ilmu bumi politik (political geography), kemudian meluas sehingga di pahami sebagai bagian dari ilmi politik.

Modern-isasi Peradaban

      Modernisasi umumnya diartikan pada konotasi lebih baik, lebih maju dan lebih beradab. Kita terkadang memandang bahwa modernisasi berarti kita harus mengikuti dan menganut paham seperti liberal, dan individualis.  Namun modernisasi ternyata bukan sekedar

Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional merupakan bentuk geostrategi Indonesia sebagai bagian dari konsepsi Wawasan Nusantara (geopolitik Indonesia), yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan 

Keamanan Nasional

Keamanan secara umum dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana ancaman dapat diatasi. Dalam pemikiran keamanan konvensional atau tradisional, keamanan berkaitan dengan konflik antar negara atau dengan ancaman terhadap integritas wilayah nasional yang mendorong

Otonomi Daerah

Otonomi daerah tidak semata-mata desentralisasi dari keadaan sebelumnya yang sentralistik. Permasalahan tingginya semangat desentralisasi sebagai wujud pendobrakan santralisasi telah memberikan energi yang sangat besar bagi daerah. Sehingga 

Peacebuilding

Fase kedua dalam proses perdamaian adalah peacebuilding. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Bhoutros-Bhoutros  Ghali, mantan Sekretaris Jendral PBB pada tahun 1992. Menurut Bhoutros-Bhoutros  Ghali,

Pembangunan Perdamaian

Perdamaian adalah suatu proses pertarungan multidimensional yang tak pernah berakhir untuk mengubah kekerasan. Perdamaian yang stabil relatif jarang terjadi. Banyak pihak yang tidak dapat menikmati perdamaian karena

Resolusi Konflik

Dari perspektif pendekatan untuk menangani konflik, terdapat tiga terminologi yang dominan dan seringkali mengundang perdebatan dalam implementasinya, meskipun satu dan lainnya tidak terlalu signifikan untuk